Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ARTIKEL
ANALISA ZAT PENGAWET DAN PROTEIN YANG TERKANDUNG PADA SOSIS   Penggunaan bahan kimia sebagai bahan tambahan pada makanan ( food additive ) saat ini banyak ditemukan pada makanan dan minuman. Salah satu bahan tambahan pada makanan adalah pengawet bahan kimia yang berfungsi  untuk memperlambat kerusakan makanan, baik yang disebabkan mikroba pembusuk, bakteri, ragi maupun jamur dengan cara menghambat, mencegah, menghentikan proses pembusukan dan fermentasi dari bahan makanan. Bahan makanan umumnya terdiri dari zat-zat kimia yang terbentuk secara alami ataupun sintetis dalam beragam kombinasi dan berperan sama pentingnya bagi kehidupan. Unsur-unsur yang perlu ada dalam makanan adalah karbohidrat, protein, mineral, lemak dan komponen minor lainnya seperti vitamin dan enzim. Senyawa dan unsur tersebut dibutuhkan sebagai makanan bagi sel-sel tubuh seperti sel saraf, darah dan sel-sel otot untuk bersma-sama membentuk tubuh. Sosis adalah suatu makanan yang terbuat dari dag...

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dalam Bidang Farmasi

KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) DALAM BIDANG FARMASI Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel diantara suatu rasa gerak yang bisa berupa gas ataupun cair dan rasa diam yang juga bisa berupa cairan ataupun suatu padatan. Penemu Kromatografi adalah Tswett yang pada tahun 1903, mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang berisi kapur (CaSO4). lstilah kromatografi diciptakan oleh Tswett untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna yang bergerak kebawah kolom. Pada waktu yang hampir bersamaan, D.T. Day juga menggunakan kromatografi untuk memisahkan fraksi-fraksi petroleum, namun Tswett lah yang pertama diakui sebagai penemu dan yang menjelaskan tentang proses kromatografi. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) atau High Pressure Liquid Chromatography (HPLC) merupakan salah satu metode kimia dan fisikokimia. KCKT termasuk metode anali...

Penggunaan Vitamin E dan Vitamin C Topikal dibidang Kosmetik

PENGGUNAAN VITAMIN E DAN VITAMIN C TOPIKAL DI BIDANG KOSMETIK Kulit adalah lapisan terluar tubuh yang secara terus-menerus terpapar bahan-bahan oksidatif lingkungan, seperti polusi udara, radiasi ultra violet, oksidan kimiawi dan mikro organisme. Oksigen reaktif umumnya dihasilkan oleh radiasi ultra violet yang menimbulkan berbagai gangguan inflamasi kulit, penuaan kulit, perubahan fotocarcinogenik dan fotoaging. Adanya anti oksidan akan melindungi kulit dari hal tersebut sehingga peranan bahan – bahan antioksidan sangat diperlukan untuk menjaga keadaan normal sistem dalam tubuh. Bahaya radikal bebas pada kulit Munculnya Radikal bebas di bentuk secara alamiah melalui metabolisme normal tetap dapat juga dihasilkan oleh efek luar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terjadinya penurunan enzim dan nutrisi anti oksidan dengan cepat dalam tubuh akibat paparan sinar ultra violet.  Dimana mekanisme kerusakan yang disebabkan oleh oksidan ini cukup kompleks dengan mel...

ASPIRIN (Asam Asetil Salisilat)

ASPIRIN (Asam Asetil Salisilat) sediaan aspirin dalam bentuk tablet   Memiliki struktur; Aspirin adalah senyawa turunan asam salisilat yang dapat disintesis melalui reaksi esterifikasi. Esterifikasi adalah reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester dengan menggunakan katalis asam. Reaksi ini juga sering disebut esterifikasi Fischer. Ester adalah suatu senyawa yang mengandung gugus -COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Dalam hal ini asam salisilat berperan sebagai alkohol karena mempunyai gugus –OH , sedangkan anhidrida asam asetat tentu saja sebagai anhidrida asam. Ester yang terbentuk adalah asam asetil salisilat (aspirin). Gugus asetil (CH 3 CO-) berasal dari anhidrida asam asetat, sedangkan gugus R-nya berasal dari asam salisilat. Jadi gugus dari aspirin yaitu(CH 3 CO- dengan R. Aspirin atau asam asetil salisilat (asetosal) adalah jenis obat turunan dari salisilat yang memiliki kegunaan sebagai sen...

Sel Hewan Dan Fungsinya

SEL HEWAN Dalam sel terdapat berbagai macam komponen, termasuk organel (organ kecil) yang dibatasi oleh membrane. Beberapa organel sebagai komponen seluler yang yang dimiliki oleh sel hewan maupun sel tumbuhan, meliputi: membrane sel, sitoplasma, sitosol, badan golgi, peroksisom, sitoskeleton, reticulum endoplasma, mitokondria dan inti sel. Namun ditemukan pula beberapa perbedaan penting pada komponen seluler antara sel hewan dan tumbuhan. Pada sel tumbuhan ditemukan adanya kloroplas, vakuola sentral, dinding sel dan plasmodesma yang membedakannya dengan sel hewan. Sedangkan beberapa komponen seluler yang dimiliki sel hewan namun tidak ada pada sel tumbuhan yakni; lisosom, sentrosol dengan sentriol, dan flagela (namun ada beberapa jenis sperma tumbuhan juga ditemukan didalam flagela).             Sedang organ yang paling menonjol dalam sel hewan biasanya adalah nucle...